Selasa, 13 Januari 2015

Tugas Softskill Perilaku Konsumen

Nama : Siti Fadillah
Npm : 17212049
Kelas : 3EA17
Mata Kuliah : Perilaku Konsumen
Dosen : Immi Fiska


Roda Analisis Konsumen


Roda analisis konsumen adalah kerangka kerja yang digunakan pemasar untuk meneliti, menganalisis, dan memahami perilaku konsumen agar dapat menciptakan strategi pemasaran yang lebih baik. Roda analisis konsumen terdiri dari tiga elemen: 
  1. afeksi dan kognisi
  2. lingkungan
  3. perilaku.
Elemen pertama adalah afeksi dan kognisi
Afeksi merujuk pada perasaan konsumen terhadap suatu stimuli atau kejadian, misalnya apakah konsumen menyukai sebuah produk atau tidak.  
           Merupakan perasaan atau emosi kita terhadap objek tertentu. Biasanya diungkapkan dalam bentuk rasa suka atau rasa tidak suka. Umumnya keyakinan konsumen akan suatu produk melekat erat dengan perasaannya. Emosi yang melekat pada keyakinan konsumen sangat ditentukan oleh situasi dan kondisi internal individunya. Perasaan dan reaksi emosional kepada suatu objek menunjukkan komponen afektsi dari sikap. Konsumen yang menyukai suatu produk merupakan hasil dari emosi atau evaluasi afeksi dari suatu produk. Evaluasi ini terbentuk tanpa adanya informasi kognisi atau kepercayaan tentang produk tersebut. Atau merupakan hasil evaluasi dari penampilan produk pada setiap atributnya. Tanggapan afeksi beragam, misal penilaian positif atau negatif dan rasa senang atau tidak senang.
       Jelasnya perasaan suka atau tidak suka ini banyak ditentukan oleh keyakinan konsumen, namun belum tentu setiap konsumen yang memiliki keyakinan yang sama akan menunjukkan emosi yang sama. Hal ini disebabkan karena masing-masing individu memiliki situasi latar belakang yang berbeda. Perasaan yang merupakan hasil evaluasi dari atribut produk ini dapat juga mempengaruhi keyakinan konsumen bahkan bisa merubah keyakinannya.

Kognisi mengacu pada pemikiran konsumen, misalnya apa yang dipercaya konsumen dari suatu produk.  
      Komponen ini terdiri dari kepercayaan konsumen dan pengetahuan tentang objek. Pengetahuan tentang objek dapat diperoleh dari pengalaman dan pengetahuan yang tertanam dalam memori. Aspek kognisi biasa terjadi melalui proses berpikir sadar ataupun dapat terjadi secara tidak sadar. Kepercayaan tentang atribut suatu produk biasanya dievaluasi secara alami. Samakin positif kepercayaan terhadap suatu merek dan semakin positif setiap kepercayaan, maka keseluruhan komponen kognisi akan terdukung, yang pada akhirnya akan mendukung keseluruhan dari sikap ini. Dalam komponen kognisi terdiri dari keyakinan dan pengetahuan konsumen tentang produk. Keyakinan dan pengetahuan tentang produk ini berbeda antara satu konsumen dengan konsumen yang lain.
 
Afeksi dan kognisi berasal dari sistem yang disebut sistem afeksi dan sistem kognisi. Meskipun berbeda, namun keduanyamemiliki keterkaitan yang sangat kuat dan saling memengaruhi.
Manusia dapat merasakan empat tipe respons afektif: 
  1. emosi, 
  2.  perasaan tertentu, 
  3. suasana hati/mood, dan 
  4. evaluasi
 Setiap tipe tersebut dapat berupa respons positif atau negatif. Keempat tipe afeksi ini berbeda dalam hal pengaruhnya terhadap tubuh dan intensitas perasaan yang dirasakan. Semakin kuat intensitasnya, semakin besar pengaruh perasaan itu terhadap tubuh, misalnya terjadi peningkatan tekanan darah, kecepatan pernapasan, keluarnya air mata, atau rasa sakit di perut. Bila intensitasnya lemah, maka pengaruhnya pada tubuh tidak akan terasa.
Sistem kognisi terdiri dari lima proses mental, yaitu: 
  1. memahami, 
  2. mengevaluasi, 
  3. merencanakan, 
  4. memilih, dan 
  5. berpikir. 
Proses memahami adalah proses menginterpretasi atau menentukan arti dari aspek tertentu yang terdapat dalam sebuah lingkungan. mengevaluasi berarti menentukan apakah sebuah aspek dalam lingkungan tertentu itu baik atau buruk, positif atau negatif, disukai atau tidak disukai. Merencanakan berarti menentukan bagaimana memecahkan sebuah masalah untuk mencapai suatu tujuan. Memilih berarti membandingkan alternatif solusi dari sebuah masalah dan menentukan alternatif terbaik, sedangkan berpikir adalah aktivitas kognisi yang terjadi dalam keempat proses yang disebutkan sebelumnya.
  • Fungsi utama dari sistem kognisi adalah untuk menginterpretasi, membuat masuk akal, dan mengerti aspek tertentu dari pengalaman yang dialami konsumen. 
  • Fungsi ke dua adalah memproses interpretasi menjadi sebuah task kognitif seperti mengidentifikasi sasaran dan tujuan, mengembangkan dan mengevaluasi pilihan alternatif untuk memenuhi tujuan tersebut, memilih alternatif, dan melaksanakan alternatif itu.
Besar kecilnya intensitas proses sistem kognitif berbeda-beda tergantung konsumennya, produknya, atau situasinya. Konsumen tidak selalu melakukan aktivitas kognisi secara ekstensif, dalam beberapa kasus, konsumen bahkan tidak banyak berpikir sebelum membeli sebuah produk.

 Elemen kedua adalah lingkungan 
         Menurut Peter dan Olson (1999), lingkungan konsumen terbagi ke dalam 2 macam, yaitu lingkungan sosial dan lingkungan fisik. Lingkungan sosial adalah semua interaksi sosial yang terjadi antara konsumen dengan orang sekelilingnya atau antara banyak orang. Lingkungan sosial adalah orang-orang lain yang berada di sekeliling konsumen dan termasuk perilaku dari orang-orang tersebut.
      Berdasarkan kedekatannya dengan konsumen, lingkungan konsumen terbagi dalam lingkungan makro dan lingkungan mikro. Lingkungan mikro adalah lingkungan yang sangat dekat dengan konsumen, yang berinteraksi langsung dengan konsumen. Lingkungan mikro akan mempengaruhi perilaku, sikap, dan kognitif konsumen tertentu secara langsung. Keluarga yang tinggal dengan konsumen adalah lingkungan mikro.  
          Pengaruh pribadi, sebagai konsumen, perilaku kita kerap dipengaruhi oleh mereka yang berhubungan erat dengan kita. Kita mungkin berespon terhadap tekanan yang dirasakan untuk menyesuaikan diri dengan norma dan harapan yang diberikan oleh orang lain. Kita pun menghargai orang-orang disekeliling kita untuk nasihat mereka mengenai pilihan pembelian. Keluarga kerap merupakan unit pengambilan keputusan utama. Keluarga dapat membuat seseorang membeli sesuatu yang sesuai dengan keinginan keluarga. Karena keluarga merupakan posisi awal seseorang memulai sebuah proses sosialisasi. Perilaku konsumen akan berubah juga jika situasi berubah. Perubahan tersebut dapat diprediksi melalui penelitian dan dimanfaatkan dalam strategi. 
  • Lingkungan makro adalah lingkungan yang jauh dari konsumen. Lingkungan makro berskala luas, seperti sistem politik dan hukum, ekonomi, sosial, budaya.
  •  Lingkungan fisik adalah segala sesuatu yang berbentuk fisik di sekeliling konsumen. Yang termasuk lingkungan fisik adalah beragam produk, toko, lokasi toko, dan lain-lain.


Elemen ketiga adalah perilaku  

          Keyakinan dan rasa suka pada suatu produk akan mendorong konsumen melakukan tindakan sebagai wujud dari keyakinan dan perasaannya (Ferrinadewi, 2008). Komponen ini adalah respon dari seseorang terhadap objek atau aktivitas. Seperti keputusan membeli atau tidaknya suatu produk yang merupakan tindakan nyata yang dapat diobservasi secara langsung.
             Sebagian dari perilaku konsumen seperti memandangi produk di rak, memungut dan meneliti bungkus, mengarahkan roda kereta dan seterusnya tidak akan menarik perhatian seorang manajer pemasaran, beberapa perilaku memiliki pengaruh penting bagi afeksi dan kognisi konsumen serta pembelian dadakan yang dilakukan, contohnya jika tidak melalui lorong tempat sereal sarapan dijual, konsumen tidak akan melihat dan membeli sereal yang dijual.(Peter dan Olson, 1999).


Faktor yang mempengaruhi pembelian secara online pada situs OLX.co.id



OLX.co.id (sebelumnya Tokobagus.com) merupakan situs online classified terbesar di Indonesia. OLX Indonesia menyediakan media yang mudah, cepat dan gratis bagi para penjual untuk memasang iklan dan sekaligus bagi pembeli untuk mencari beragam produk barang bekas dan barang baru untuk kebutuhan sehari-hari yang sahamnya dimiliki oleh Naspers sejak tahun 2010.

1.      Kepercayaan terhadap situs

Dewasa ini online shop memang menjadi cara gaya hidup yang modern, banyak masyarakat yang menggunakan online shop dalam melakukan transaksi pembelian barang. Kepercayaan merupakan suatu unsur yang sangat penting, dalam hal ini kepercayaan pelanggan menjadi tolak ukur suatu perusahaan selaku penyedia jasa. Peranan penting perusahaan adalah membangun kepercayan konsumen. Adapun cara untuk menumbuhkan kepercayaan dan rasa nyaman dari para konsumen, diantaranya :


a.       Memberikan respon yang cepat dan tepat

b.      Penawaran proses pembelian yang cukup mudah

c.       Menggunakan cara pembayaran yang sederhana

d.      Tepat waktu dalam melakukan pengiriman barang

e.       Penuhi permintaan konsumen


2.      Informasi dari situs yang ada

OLX memiliki slogan “Cara Cepat Jual Tepat”. Situs ini sangat popular dan sering dimanfaatkan penjual memasarkan produknya. Ada beberapa aturan yang harus dipenuhi. Sebagian besar produk yang dijual adalah barang bekas. OLX memiliki system oteritas yang baik. Terkadang ada beberapa produk di tolak karena beberapa hal.. penjual akan mendapatkan keuntungan dengan membeli pion. Salah satu keuntungan di antaranya iklan dapat diambil di urutan pertama.


3.      Cara transaksi online

Dilihat bahwa OLX adalah peralihan dari TokoBagus.com mulai dari koneksi, cara log in sampai pemasangan iklan tidak mengalami perubahan dan cara ini dinilai mudah bagi pemakainya terbukti dari banyaknya member OLX yang mempercayai OLX sebagai sarana promosi untuk berbagai produk dan orang yang ingin menjual barang-barang second nya


4.      Keaktifan admin situs

Di OLX admin nya sangat aktif yang membuat orang semakin tertarik pada situs media OLX,terbukti dari banyak nya iklan dan promosi yang dilakukan oleh admin OLX

5.      Keaktifan Orang-orang dalam Situs

Banyak akun dalam OLX yang aktif dalam kegiatan yang ada didalam situs tersebut.

6.      Fasilitas yang disediakan oleh situs

OLX menyediakan fasilitas yang sangat beragam dan bervariasi seperti meyediakan jual beli barang dengan praktis dan mudah, sebagai situs yang menyediakan pemasangan jasa iklan secara gratis yang dapat memudahkan para konsumen untuk bernegosiasi atau melakukan transaksi.

7.      Testimonial

Di OLX terdapat testimonial juga untuk mengetahui atau untuk mengukur tingkat kepuasan konsumen terhadap barang di yang ditawarkan di OLX berupa pesan ataupun kesan, kritik dan saran konsumen.

8.      Perputaran transaksi dalam situs

Barang yang ditawarkan didalam situs terjual dalam waktu yang cukup singkat.


 

Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Perilaku_konsumen  

Jumat, 09 Januari 2015

Softskill @America

Nama : Siti Fadillah
Npm : 17212049
Kelas : 3EA17
Dosen : Immi Fiska
Mata Kuliah : Perilaku Konsumen#

@america adalah pusat kebudayaan abad ke-21 yang mutakhir, tempat di mana dapat menjelajahi dan mengeksplorasi Amerika Serikat serta mengungkapkan pikiran dan gagasan tentang Amerika.
Berlokasi di pusat Central Business District Sudirman, di lantai 3 Pacific Place Mall Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53 Kebayoran Baru Jakarta Pusat, 12190. Yang buka setiap hari dari pukul 13.00 WIB sampai 21.00 WIB. @america menerima kunjungan dari berbagai sekolah, madrasah, dan institusi pendidikan lainnya. Untuk mengunjunginya tidak dipungut biaya. 

Pusat kebudayaan @america merupakan yang pertama kali di dunia yang dibangun dengan teknologi canggih. Di Indonesia @america resmi didirikan pada Desember 2010 dengan tujuan mengenalkan Amerika Serikat melalui diskusi, pertunjukan budaya, debat, kompetisi, dan pameran.

Dengan Fasilitas dan fitur:

Fitur - Maksimalkan Kunjungan Anda
Mulai dari platform multimedia sampai program tematik serta para e-guide @america yang sarat dengan pengetahuan, @america menawarkan pengunjung berbagai bantuan untuk memperkaya kunjungannya. Untuk informasi lebih lanjut, datangi salah satu e-guide kami yang sedang bertugas.

Media Interaktif - Pengantar
Dengan serangkaian media yang interaktif, @america memungkinkan pengunjung untuk mempelajari Amerika Serikat secara mendalam. Sebagai tambahan, para pengunjung dapat mengakses koleksi survey, kuis, dan permainan puzzle kami melalui teknologi mutakhir yang tersedia di tempat. Untuk mengetahui lebih lanjut, mohon kunjungi salah satu platform layar sentuh kami yang tersedia.

Fasilitas - Semua Yang Anda Perlukan
Untuk membuat kunjunganmu semakin menyenangkan, @america menawarkan serangkaian fasilitas. Termasuk di dalamnya Information Desk dan sebuah Membership Counter.

Membership Counter - Gabung Bersama Komunitas @america
Membership counter @america tersedia di  di Exhibition Area. Disini pengunjung bisa bergabung dalam Program Keanggotaan @america dan menerima update eksklusif atas berbagai program dan acara khusus. @america menerima Anda dan komunitas Anda untuk menyumbangkan topik dan ide  program, menjadikan @america sebagai pusat kebudayaan pertama yang terfokus pada pengunjung (user-drive) di Jakarta. Untuk mengunjungi dan mendaftar online, mohon kunjungi bagian Membership.

Dan dengan Kebijakan pendaftaran :
  1. Tidak ada biaya masuk.
  2. Anak-anak dibawah umur 13 tahun harus ditemani oleh orang tua atau perwaliannya.
  3. Tidak diperkenankan membawa makanan dan minuman.
  4. Semua barang harus diperiksa di dalam ruang loker pada saat kedatangan dan hanya alat elektronik genggam yang diperbolehkan untuk dibawa masuk ke dalam.
  5. Apabila Anda bepergian dengan kereta dorong bayi (stroller), harap memberitahukan staf keamanan.
  6. Kami menyambut pengunjung yang menggunakan kursi roda. Mohon periksa dengan staf keamanan pada saat kedatangan.

Walaupun merupakan pusat kebudayaan dari negara lain dan merupakan bagian dari program Kedutaan Besar Amerika Serikat, dengan belajar lebih banyak tentang Amerika Serikat melalui diskusi, webchat, pertunjukan budaya, debat, kompetisi, dan pameran, tidak perlu jauh-juah ke Amerika di tempat ini juga dapat mengalami yang terbaik dari Amerika, seperti idealismenya, kreativitas, dan keanekaragaman, @america juga memberi kesempatan berbagai komunitas dan pembicara dari Indonesia untuk ikut tampil setiap harinya. Selain juga tentunya pertunjukan dan pembicara dari tokoh dan komunitas di Amerika Serikat, @america juga memberi informasi mengenai kehidupan para muslim di Amerika Serikat yang hidup dalam damai dan kerukunan, selain juga berbagai tokoh yang mewarnai perjalanan sejarah Amerika Serikat.

EducationUSA menawarkan saran-saran tentang pendidikan di @america, bebas biaya. Di @america, Anda bisa menemui advisor berpengalaman untuk mendapatkan informasi tentang belajar di Amerika Serikat. Dengan bangga kami melayani calon-calon pelajar dan orangtua mereka di @america.

Layanan yang tersedia:
  • Tanya-jawab tatap muka tanpa perjanjian terlebih dahulu
  • Bantuan dalam menentukan lembaga pendidikan mana yang cocok untuk Anda
  • Evaluasi resume
  • Meninjau esai pendaftaran masuk
  • Informasi tentang ujian masuk dan tes standarisasi
  • Bantuan dalam mencari informasi beasiswa
Para advisor EducationUSA ada di @america:
Senin: Libur
Selasa: 13:00 - 21:00
Rabu: 13:00 - 21:00
Kamis: 13:00 - 21:00
Jumat: 13:00 - 21:00
Sabtu: 13:00 - 21:00
Minggu: Libur

Untuk informasi selengkapnya, silakan kunjungi situs web EducationUSA.

Saya berkunjung ke @america pada tanggal 3 Januari 2015 bersama dengan teman-teman sekelas. sesampainya di sana pukul 11:00 WIB @america belum mulai operasi, kami menunggu hingga pukul 13:00 WIB . Saat @america telah di buka kamipun masuk ke dalam. Keamanan @america pun cukup ketat, pengunjung diperiksa melalui pintu tebal dalam barisan satu arah dan diperiksa dengan metal detektor sebanyak dua kali. Seluruh barang bawaan dan tas wajib dititipkan di loker tembus pandang sebelum memasuki ruang tunggu. Pengunjung tidak diperkenankan membawa makanan atau minuman ke dalam, hanya gadged maupun buku dan alat tulis yang dibolehkan untuk dibawa kedalam. Disediakannya fasilitas yang memadai seperti dapat mengakses informasi melalui layar sentuh berukuran lebar, penggunaan ipad dan jaringan wifi secara cuma-cuma, panggung pertunjukan dengan layar presentasi, layar live tweeting, dan mesin Google Earth ukuran raksasa yang disebut Liquid Galaxy yang memungkinkan untuk mengeksplorasi seisi bumi, antariksa, hingga kedalaman laut dapat menambah wawasan dan pengetahuan yang menarik terutama dalam bidang teknologi. selain itu pukul 14:00 WIB dipertunjukkan  John Hughes Film Festival, saya menonton bersama dengan penggunjung lain dengan menikmati pop corn yang disediakan gratis.

Dengan kunjungan ke @america saya pribadi sebagai mahasiswa termotivasi untuk lebih mengenal dan mempelari teknologi yang sangat membantu terutama dalam proses belajar mengajar di kampus Gunadarma yang memang sudah berbasis IT agar lebih meningkatkan fasilitas dan fitur pengdukung perkuliahan.

Berikut ini foto kunjungan ke @america

 saya dan teman-teman kelas

informasi beberapa orang terkemuka di Amerika

informasi beberapa alat teknologi America

informasi beberapa kegiatan di Amerika


Sumber :  











Selasa, 28 Oktober 2014

Perilaku Konsumen Softskill ( Tugas Dua )

Nama : Sitadillah

Npm : 17212049

Kelas : 3EA17

Mata Kuliah : Perilaku Konsumen#

Dosen : Immi Fiska  

Soal

  1. Pemahaman akan perilaku konsumen yang tepat dapat diaplikasikan dalam? Berikan contohnya! 
  2. Jelaskan apa yang kalian ketahui terkait perilaku konsumen! Berikan contohnya!
    a. Interpretif
    b. Pendidikan Tradisional
    c. Pendekatan sains
  3. Sebutkan dan jelaskan sebuah proses yang dilakukan konsumen dalam pengambilan keputusan!
  4. Berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan dalam pembelian suatu barang:
    a. Motivasi
    b. Persepsi
    c. Pembentukan sikap
    d. Integrasi antara sikap dan tindakan
    Apa yang kalian ketahui tentang faktor tersebut. Jelaskan!

Jawaban  

 

1. Pemahaman akan perilaku konsumen yang tepat dapat diaplikasikan dalam:
1. Untuk merancang sebuah strategi pemasaran yang baik. Contohnyanya menentukan kapan saat yang tepat perusahaan memberikan diskon untuk menarik pembeli.
2. Perilaku konsumen dapat membantu pembuat keputusan membuat kebijakan public. Contohnya dengan mengetahui bahwa konsumen akan banyak menggunakan transportasi saat lebaran, pembuat keputusan dapat merencanakan harga tiket transportasi di hari raya tersebut.

3. Aplikasi ke tiga adalah dalam hal pemasaran sosial (social marketing), yaitu penyebaran ide di antara konsumen. Dengan memahami sikap konsumen dalam menghadapi sesuatu. Contohnya seseorang dapat menyebarkan ide dengan lebih cepat dan efektif, dan juga dapat memberikan gambaran kepada para pemasar dalam pembuatan produk, penyesuaian harga produk, mutu produk, kemasan dan sebagainya agar dalam penjualan produknya tidak menimbulkan kekecewaan pada pemasar tersebut.
 
  
2. Untuk mengetahui terkait perilaku konsumen melalui pedekatan:
1.Pendekatan pertama adalah pendekatan interpretif. Pendekatan ini menggali secara mendalam perilaku konsumsi dan hal yang mendasarinya.
Contohnya studi dilakukan dengan melalui wawancara panjang dan focus group discussion untuk memahami apa makna sebuah produk dan jasa bagi konsumen dan apa yang dirasakan dan dialami konsumen ketika membeli dan menggunakannya.
2. Pendekatan ke dua adalah pendekatan tradisional yang didasari pada teori dan metode dari ilmu psikologi kognitif, sosial, dan behaviorial serta dari ilmu sosiologi. Pendekatan ini bertujuan mengembangkan teori dan metode untuk menjelaskan perilaku dan pembuatan keputusan konsumen.
Contohnya studi dilakukan melalui eksperimen dan survei untuk menguji coba teori dan mencari pemahaman tentang bagaimana seorang konsumen memproses informasi, membuat keputusan, serta pengaruh lingkungan sosial terhadap perilaku konsumen
.
3. Pendekatan ke tiga disebut sebagai sains pemasaran yang didasari pada teori dan metode dari ilmu ekonomi dan statistika.
Contohnya pendekatan ini dilakukan dengan mengembangkan dan menguji coba model matematika berdasarkan hierarki kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow untuk memprediksi pengaruh strategi marketing terhadap pilihan dan pola konsumsi, yang dikenal dengan sebutan moving rate analysis.
  
3. Proses yang dilakukan konsumen dalam pengambilan keputusan, sebelum maupun sesudah melakukan pembelian:
1. Pengenalan masalah (problem recognition). Konsumen akan membeli suatu produk sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapinya. Tanpa adanya pengenalan masalah yang muncul, konsumen tidak dapat menentukan produk yang akan dibeli.
2. Pencarian informasi (information source). Setelah memahami masalah yang ada, konsumen akan termotivasi untuk mencari informasi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada melalui pencarian informasi. Proses pencarian informasi dapat berasal dari dalam memori (internal) dan berdasarkan pengalaman orang lain (eksternal). Sumber informasi konsumen yaitu:
-          Sumber pribadi: keluarga, teman, tetangga dan kenalan.
-          Sumber komersial: iklan, wiraniaga, agen, kemasan dan penjualan.
-          Sumber publik: media massa dan organisasi penilai konsumen.
-          Sumber pengalaman: penanganan, pemeriksaan dan menggunakan produk.
3.
Mengevaluasi alternatif (alternative evaluation). Setelah konsumen mendapat berbagai macam informasi, konsumen akan mengevaluasi alternatif yang ada untuk mengatasi permasalahan yang dihadapinya.
Konsumen memiliki sikap beragam dalam memandang atribut yang relevan dan penting menurut manfaat yang mereka cari. Kumpulan keyakinan atas merek tertentu membentuk citra merek, yang disaring melalui dampak persepsi selektif, distorsi selektif dan ingatan selektif.
4. Keputusan pembelian (purchase decision). Setelah konsumen mengevaluasi beberapa alternatif strategis yang ada, konsumen akan membuat keputusan pembelian. Terkadang waktu yang dibutuhkan antara membuat keputusan pembelian dengan menciptakan pembelian yang aktual tidak sama dikarenakan adanya hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan. Dalam melaksanakan niat pembelian, konsumen dapat membuat lima sub-keputusan pembelian, yaitu: keputusan merek, keputusan pemasok, keputusan kuantitas, keputusan waktu dan keputusan metode pembayaran.
5. Evaluasi pasca-pembelian (post-purchase evaluation)
merupakan proses evaluasi yang dilakukan konsumen tidak hanya berakhir pada tahap pembuatan keputusan pembelian.  Setelah membeli produk tersebut, konsumen akan melakukan evaluasi apakah produk tersebut sesuai dengan harapannya. Dalam hal ini, terjadi kepuasan dan ketidakpuasan konsumen. Konsumen akan puas jika produk tersebut sesuai dengan harapannya dan selanjutnya akan meningkatkan permintaan akan merek produk tersebut pada masa depan. Sebaliknya, konsumen akan merasa tidak puas jika produk tersebut tidak sesuai dengan harapannya dan hal ini akan menurunkan permintaan konsumen pada masa depan.

4. Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan dalam pembelian suatu barang:
1. Motivasi (motivation) merupakan suatu dorongan yang ada dalam diri manusia untuk mencapai tujuan tertentu.
2.Persepsi (perception) merupakan hasil pemaknaan seseorang terhadap stimulus atau kejadian yang diterimanya berdasarkan informasi dan pengalamannya terhadap rangsangan tersebut.
3. Pembentukan sikap (attitude formation) merupakan penilaian yang ada dalam diri seseorang yang mencerminkan sikap suka/tidak suka seseorang akan suatu hal.
4. Integrasi (integration) merupakan kesatuan antara sikap dan tindakan. Integrasi merupakan respon atas sikap yang diambil. Perasaan suka akan mendorong seseorang untuk membeli dan perasaan tidak suka akan membulatkan tekad seseorang untuk tidak membeli produk tersebut.
 



 


 


Selasa, 21 Oktober 2014

Perilaku Konsumen (Tugas Softskill 1)

Nama: Siti Fadillah

Npm: 17212049

Kelas: 3EA17

Mata Kuliah: Perilaku Konsumen#

Dosen: Immi Fiska




Soal:

  1. Apa yang kalian ketahui tentang perilaku konsumen?
  2. Jelaskan pemikiran yang benar tentang konsumen!
  3. Sebutkan dan jelaskan tentang segmentasi pasar!

 

Jawaban:

1. Pengertian perilaku konsumen menurut para ahli, yaitu
    • Menurut Loudon dan Bitta (1995) Mencakup proses pengambilan keputusan dan kegiatan yang dilakukan konsumen secara fisik dalam pengevaluasian, perolehan, penggunaan dan mendapatkan barang atau jasa.
    • Menurut Engel, Blackwell dan Miniard (1995) Pemahaman terhadap perilaku konsumen mencakup pemahaman terhadap tindakan yang langsung dilakukan konsumen dalam mendapatkan, mengkonsumsi dan menghabiskan produk dan jasa, serta termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan tersebut.
    • Menurut Hawkins, Best dan Coney (2007) Merupakan studi tentang bagaimana individu, kelompok atau organisasi melakukan proses pemilihan, pengamanan, penggunaan dan penghentian produk, jasa, pengalaman atau ide untuk memuaskan kebutuhannya terhadap konsumen dan masyarakat.
       
Jadi pengertian, Perilaku konsumen adalah proses dan aktifitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan.  

Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang. 
 
2. Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Jadi pemikiran yang benar tentang konsumen:
    • Konsumen adalah raja. Maksudnya konsumen dilayani keinginan dan kebutuhannya oleh perusahaan atau produsen dan konsumen memiliki kemampuan untuk memilih dan menyaring hal – hal yang mempengaruhi guna untuk mengambil keputusan dalam membeli produk baik barang  maupun jasa.
    • Motivasi dan perilaku konsumen dapat dimengerti melalui penelitian. Hal-hal yang berkaitan dengan motivasi dan perilaku dapat diteliti guna dipakai sebagai langkah yang nantinya akan  diambil oleh perusahaan dalam program pemasaran, perencanaan iklan, perencanaan promosi yang tentunya disesuaikan dengan   keinginan konsumen.
    • Perilaku konsumen dapat dipeengaruhi melalui kegiatan persuasif yang menghadapi konsumen secara serius sebagai pihak yang berkuasa dan dengan maksud tertentu.
    • Bujukkan dan pengaruh konsumen memiliki hasil yang menguntungkan secara sosial asalkan pengamanan hukum, etika dan moral berada pada tempatnya untuk mengekang upaya manipulasi.
3. Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi suatu pasar menjadi kelompok-kelompok pembeli yang berbeda yang memiliki kebutuhan, karakteristik, atau perilaku yang berbeda yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang berbeda. Segmentasi pasar juga dapat diartikan sebagai proses pengidentifikasian dan menganalisis para pembeli di pasar produk, menganalisis perbedaan antara pembeli di pasar. Pembagian segmen pasar:
    • Segmentasi pasar konsumen, Adalah membentuk segmen pasar dengan menggunakan ciri-ciri konsumen (consumer characteristic), kemudian perusahaan akan menelaah apakah segmen-segmen konsumen ini menunjukkan kebutuhan atau tanggapan produk yang berbeda. Basis untuk pasar konsumen yang paling umum dapat digunakan adalah aspek geografis (wilayah, pemukiman, perkotaan dsb), demografis(usia, jenis kelamin, pendapatan, pendidikan, pekerjaan, dsb), psikografis (sikap, motivasi, persepsi, dsb), dan perilaku/kebiasaan (membeli, mengkonsumsi, dsb).
    • Segmentasi pasar bisnis, Adalah membentuk segmen pasar dengan memperhatikan tanggapan konsumen (consumer reponses) terhadap manfaat yang dicari, waktu penggunaan & efek. Basis untuk segmentasi pasar ini adalah aspek geografis (wilayah, sentra industri dan perdagangan), demografis (jenis industri, kapasitas atau luas produksi), karakteristik operasional (tingkat teknologi, pola konsumsi, kapabilitas & kebutuhan pelanggan), pendekatan pembelian (tingkat wewenangan,bagian pembelian, struktur wewenang, kebijakan pembelian, kriteria pembelian), faktor situasinal (tingkat kepentingan, penggunaan, dan tingkat pemesanan), dan karakteristik-karakteristik personal (kesamaan pembeli-penjual, sikap terhadap risiko, tingkat loyalitas terhadap pemasok).
    • Segmentasi pasar yang efektif
      • Dapat dijangkau (accessable), Segmen pasar yang telah dibentuk atau direncanakan belum tentu semua dapat dijangkau atau dilayani oleh perusahaan. Karena adanya hambatan transportasi, luas wilayah, jarak atau karena perilaku mayarakat tertentu, segmen-segmen pasar tersebut tidak atau belum dapat dicapai.
      • Dapat diukur (measureable), Meskipun perilaku bagian-bagian pasar adalah heterogen, tetapi dalam kenyataannya sulit untuk melakukan pengukuran perbedaan-perbedaan tersebut. Kriteria dasar pembagian pasar perlu dinyatakan secara jelas dan nyata sehingga perbedaannya pun menjadi lebih jelas.
      • Dapat dibedakan (differentiable), Secara konseptual dapat dipisahkan dan memberi tanggapan yang berbeda terhadap elemen dan program bauran.
      •  Dapat diambil tindakan (actionable), Program yang efektif dapat dirumuskan untuk menarik dan melayani segmen tersebut.
Dasar–dasar segmentasi pasar pada pasar konsumen
      •  Variabel geografi, Variabel tersebut, antara lain: wilayah, ukuran daerah, ukuran kota, dan kepadatan iklim.
      • Variabel demografi, Variabel tersebut, antara lain: umur, keluarga, siklus hidup, pendapatan, pendidikan, dll.
      • Variabel psikologis,
        • Variabel tersebut, antara lain: kelas sosial, gaya hidup, dan kepribadian.
        • Variabel tersebut, antara lain: manfaat yang dicari, status pemakai, tingkat pemakaian, status kesetiaan dan sikap pada produk.
Dasar–dasar segmentasi pada pasar industri
      • Tahap 1, yaitu menetapkan segmentasi makro, yakni pasar pemakai akhir, lokasi geografis, dan banyaknya langganan.
      • Tahap 2, yaitu sikap terhadap penjual, ciri–ciri kepribadian, kualitas produk, dan pelanggan.
Sembilan kategori utama karakteristik konsumen yang menjadi dasar untuk melakukan segmentasi adalah:

1. Segmentasi Geografis
Pada segmentasi geografis, pasar dibagi menurut tempat. Teori dalam strategi ini adalah bahwa orang yang tinggal di daerah yang sama memiliki kebutuhan dan keinginan yang serupa, dan bahwa kebutuhan dan keinginan ini berbeda dari kebutuhan dan keinginan orang-orang yang tinggal di daerah-daerah lain. Sebagai contoh, penjualan produk makanan tertentu dan/atau bermacam-macam makanan lebih baik di satu daerah daripada di berbagai daerah lain. Misalnya, nasi gudeg penjualan paling baik di Yogyakarta, sate ayam penjualan paling baik di Madura, buah apel penjualan paling baik di Malang, dll.
Segmentasi geografis merupakan strategi yang berguna bagi banyak pelaku pemasaran. Menemukan berbagai perbedaan berdasarkan geografis relative mudah untuk berbagai produk. Di samping itu, segmen-segmen geografis dapat dicapai dengan mudah melalui media local, yang mencakup surat kabar, TV, radio, dan majalah.

2. Segmentasi Demografis
Karakteristik demografis yang paling sering digunakan sebagai dasar untuk segmentasi pasar antara lain:
  • Usia,
  • Gender (jenis kelamin),
  • Status perkawinan,
  • Pendapatan, pendidikan, dan pekerjaan, dsb.
Demografis membantu menemukan pasar target atau sasaran. Informasi demografis merupakan cara yang paling efektif dari segi biaya dan paling mudah diperoleh untuk mengenali target. Data-data demografis lebih mudah diukur daripada berbagai variabel segmentasi lain. Berbagai variabel denografis mengungkapkan kecenderungan yang memberikan isyarat berbagai peluang bisnis, seperti pergeseran usia, jenis kelamin, dan distribusi penghasilan.

3. Segmentasi Psikologis
Karakteristik psikologis merujuk ke sifat-sifat diri atau hakiki konsumen perorangan. Strategi segmentasi konsumen sering didasarkan pada berbagai variabel psikologis khusus. Misalnya, para konsumen dapat dibagi menurut motivasi, kepribadian, persepsi, pengetahuan, dan sikap.

4. Segmentasi Psikografis
Bentuk riset konsumen terapan ini biasa disebut analisis gaya hidup. Profil psikografis salah satu segmen konsumen dapat dianggap sebagai gabungan berbagai kegiatan (activities), minat (interests), dan pendapat (opinions) (AIO) konsumen yang dapat diukur. Dalam bentuk yang paling umum, studi psikografis AIO menggunakan serangkaian pernyataan (daftar pernyataan psikografis) yang dirancang untuk mengenali berbagai aspek yang relevan mengenai kepribadian, motif membeli, minat, sikap, kepercayaan, dan nilai-nilai konsumen.

5. Segmentasi Sosial Budaya
Berbagai variabel sosiologis (kelompok) dan antropologis (budaya) yaitu variabel sosial budaya menjadi dasar-dasar lebih lanjut bagi segmentasi pasar. Sebagai contoh, berbagai pasar konsumen telah berhasil dibagi lagi menjadi berbagai segmen berdasarkan tahap dalam siklus kehidupan keluarga, kelas sosial, nilai-nilai budaya inti, keanggotaan subbudaya, dan keanggotaan lintas budaya.

6. Segmentasi Terkait Pemakaian
Bentuk segmentasi ini sangat popular dan efektif dalam menggolongkan konsumen menurut karakteristik produk, jasa, atau pemakaian merek, seperti tingkat pemakaian, tingkat kesadaran, dan tingkat kesetiaan terhadap merek. Segmentasi tingkat pemakaian membedakan antara pemakai berat, pemakai menengah, pemakai ringan, dan bukan pemakai produk, jasa, atau merek khusus.

7. Segmentasi Situasi Pemakaian
Para pemasar memfokuskan pada situasi pemakaian sebagai variabel segmentasi disebabkan oleh kesempatan atau situasi sering menentukan apa yang akan dibeli atau dikonsumsi para konsumen.

8. Segmentasi Manfaat
Berubahnya gaya hidup memainkan peran utama dalam menentukan manfaat produk yang penting bagi konsumen, dan memberikan peluang bagi pemasar untuk memperkenalkan produk dan jasa baru. Segmentasi manfaat dapat digunakan untuk mengatur posisi berbagai merek ke dalam golongan produk yang sama.

9. Segmentasi Gabungan
Tiga pendekatan segmentasi gabungan (hybrid segmentation approach) adalah:
  • Profil Psikografis-Demografis
Profil psikografis dan demografis merupakan pendekatan yang saling melengkapi yang akan memberikan hasil maksimal jika digunakan bersama.
  • Segmentasi Geodemografis
Jenis segmentasi gabungan ini didasarkan pada pendapat bahwa orang yang hidup dekat dengan satu sama lain mungkin mempunyai keuangan, selera, pilihan, gaya hidup, dan kebiasaan konsumsi yang sama.
  • VALS 2
System VALS secara lebih tegas memfokuskan pada usaha menjelaskan perilaku membeli konsumen.



Referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/Perilaku_konsumen
http://id.wikipedia.org/wiki/Konsumen
http://id.wikipedia.org/wiki/Segmentasi_pasar
http://pengetahuantentangsegmentasipasar.blogspot.com