Sabtu, 14 Maret 2015

Tugas 1 Bahasa Indonesia # (Penalaran Proporsisi dan Silogisme)

Nama : Siti Fadillah

Npm   : 17212049

Mata Kuliah : Bahasa Indonesia 

Dosen : Yanti Trianita



 



1. Jelaskan definisi penalaran dan sebutkan jenisnya !


Penalaran mempunyai beberapa pengertian, yaitu :

  1. Proses berpikir yang logis, sistematis, terorganisasi dalam urutan yang saling berhubungan sampai dengan simpulan. 
  2. Menghubung-hubungkan fakta atau data sampai dengan suatu simpulan. 
  3. Proses menganalisis suatu topik sehingga menghasilkan suatu simpulan atau pengertian baru. 
  4. Dalam karangan terdiri dari dua variabel atau lebih, penalaran dapat diartikan mengkaji, membahas, atau menganalisis dengan menghubung-hubungkan variabel yang dikaji sampai menghasilakan suatu derajat hubungan dan simpulan. 
  5. Pembahasan suatu masalah sampai menghasilkan suatu simpulan yang berupa pengetahuan atau pengertian baru.

Pengertian penalaran adalah suatu proses berpikir yang logis dengan berusaha menghubung-hubungkan fakta untuk memperoleh suatu kesimpulan. Fakta adalah kenyataan yang dapat diukur dan dikenali. Untuk dapat bernalar, kita harus mengenali fakta dengan baik dan benar. Fakta dapat dikenali melalui pengamatan, yaitu kegiatan yang menggunakan paca indera melihat, mendengar, membaui, meraba, dan merasa. Dengan mengamati fakta, kita dapat menghitung, mengukur, menaksir, memberikan cirri-ciri, menklasifikasikan dan menghubung-hubungkan. Orang akan menerima fakta yang benar dan tentu saja akan menolak fakta yang belum jelas kebenarannya. Fakta yang dapat dipergunakan dalam penalaran untuk mencapai satu simpulan ini harus berbentuk kalimat pernyataan.

Menurut sumber lain menyebutkan, penalaran adalah proses berpikir yang sistematis untuk memperoleh kesimpulan/pengetahuan yang dapat bersifat ilmiah dan tidak ilmiah. Bernalar akan membantu manusia berpikir lurus, efisien, tepat, dan teratur untuk mendapatkan kebenaran dan menghindari kekeliruan. Dalam segala aktivitas berpikir dan bertindak, manusia mendasarkan diri atas prinsip penalaran. Bernalar mengarah pada berpikir benar, lepas dari berbagai prasangka emosi dan keyakinan seseorang, karena penalaran memdidik manusia bersikap objektif, tegas, dan berani, suatu sikap yang dibutuhkan dalam segala kondisi.

Penalaran terdapat 2 jenis, yaitu :

Penalaran Induktif (prosesnya disebut induksi): Proses berpikir logis yang diawali dengan obsevarsi data, pembahasan, dukungan pembuktian, dan diakhiri kesimpulan umum. Kesimpulan ini dapat berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum atas fakta yang bersifat khusus. Dengan kata lain, simpulan yang diperoleh tidak lebih khusus daripada pernyataan (premis). Penalaran induktif pada dasarnya terdiri dari tiga macam:
  • Generalisasi adalah proses penalaran berdasarkan pengamatan atas sejumlah gejala (data) yang bersifat khusus, serupa, atau sejenis yang disusun secara logis dan diakhiri dengan kesimpulan yang bersifat umum. Benar atau tidaknya simpulan dari generalisasi itu dapat dilihat dari hal-hal yang berikut :
  1. Data itu harus memadai jumlahnya. Makin banyak data yang dipaparkan, makin benar simpulan yang diperoleh. 
  2. Data itu harus mewakili keseluruhan. Dari data yang sama itu akan dihasilkan simpulan yang benar. 
  3. Pengecualian perlu diperhitungkan karena data-data yang mempunyai sifat khusus tidak dapat dijadikan data.
  • Analogi adalah proses penalaran berdasarkan pengamatan terhadap gejala khusus dengan membandingkan atau mengumpamakan suatu objek yang sudah teridentifikasi secara jelas terhadap objek yang dianalogikan sampai dengan kesimpulan yang berlaku umum. Analogi merupakan cara penarikan pernalaran dengan membandingkan dua hal yang mempunyai sifat yang sama. Tujuan pernalaran dengan analogi adalah sebagai berikut:
  1. Analogi dilakukan untuk meramalkan kesamaan. 
  2. Analogi digunakan untuk menyingkapkan kekeliruan. 
  3. Analogi digunakan untuk menyusun klasifikasi.
  • Hubungan kausal (sebab akibat) adalah pernalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang saling berhubungan. Proses penalaran berdasarkan hubungan ketergabungan antargejala yang mengikuti pola:
  1. sebab-akibat. Dimulai dengan pengamatan terhadap suatu yang diketahui, untuk menarik kesimpulan mengenai akibat yang mungkin ditimbulkan. 
  2. akibat-sebab. Dimulai dari suatu akibat yang diketahui, kemudian dipikirkan apa yang mungkin menjadi penyebabnya. Penalaran ini bersifat expost facto (hal yang sudah terjadi). 
  3. akibat-akibat. Berpangkal dari suatu akibat dan langsung dipikirkan akibat lain tanpa memikirkan sebab umum yang menimbulkan kedua akibat itu.

Penalaran Deduktif : Proses berpikir logis yang diawali dengan penyajian fakta yang bersifat umum, disertai pembuktian khusus, dan diakhiri simpulan khusus yang berupa prinsip, sikap, atau fakta yang berlaku khusus. Jika kita mengetahui S(simpulan), sedangkan P(premis) adalah bagian dari S(simpulan), maka dapat ditarik kesimpulan tentang P(premis). Penarikan kesimpulan dengan cara deduktif tidak menghasilkan pengertahuan baru, karena kesimpulannya telah tersirat pada premisnya. Penarikan simpulan (konklusi) secara deduktif dapat dilakukan secara:
  1. Langsung. Simpulan (konklusi) secara langsung ditarik dari satu premis. 
  2. Tak langsung. Simpulan secara tidak langsung memerlukan dua premis sebagai data. Dari dua premis ini akan dihasilkan sebuah simpulan Premis yang pertama adalah premis yang bersifat umum dan premis yang kedua adalah adalah premis yang bersifat khusus. Untuk menarik simpulan secara tidak langsung ini, kita memerlukan suatu premis (pernyataan dasar) yang bersifat pengetahuan yang semua orang sudah tahu.



2. Jelaskan definisi  proposisi dan berikan contohnya !


Proporsi adalah kalimat yang berisi pernyataan tentang hubungan fakta-fakta dapat dipergunakan sebagai data. Pernyataan dapat benar dan salah, jadi proporsi dapat dibatasi sebagai kalimat yang mengandung pernyataan tentang hubungan fakta-fakta yang dapat dinilai benar dan salah. Dalam berpikir proporsi, merupakan unit terkecil dari pemikiran yang mengandung maksud sempurna. Dalam penalaran, proporsi disebut juga premis, dengan menggunakan premis dan penalaran yang baik aka menghasilkan kesimpulan yang benar.
Contoh:

Bahasa adalah sarana penalaran
Sifat kuantitatif matematika meningkatkan daya prediksi ilmu.

Proposisi dapat dipandang dari 4 kriteria, yaitu berdasarkan bentuknya, sifatnya, kualitasnya, dan kuantitasnya.

  • Berdasarkan bentuknya, proposisi dapat dibagi atas proposisi tunggal dan proposisi majemuk.
1. Proposisi tunggal hanya mengandung satu pernyataan.
Contoh:
Semua petani harus bekerja keras.
Setiap pemuda adalah calon pemimpin.
2. Proposisi majemuk mengandung lebih dari satu pernyataan.
Contoh:
Semua petani harus bekerja keras dan hemat.
  • Berdasarkan sifatnya, proposisi dapat dibagi atas proposisi kategorial dan proposisi kondisional.
1. Dalam proposisi kategorial, hubungan antara subjek dan predikat terjadi dengan tanpa syarat.
Contoh:
Semua bemo beroda tiga.
Sebagian binatang tidak berekor.
2. Dalam proposisi kondisional, hubungan antara subjek dan predikat terjadi dengan suatu syarat tertentu. Syarat itu harus dipenuhi atau diingat sebelum peristiwa dapat berlangsung.
Contoh:
Jika air tidak ada, manusia akan kehausan.
  • Berdasarkan kualitas, proposisi dapat dibagi atas proposisi positif (afirmatif) dan proposisi negatif.
1. Proposisi positif (afirmatif) adalah proposisi yang membenarkan adanya persesuaian hubungan antara subjek dan predikat.
Contoh:
Semua dokter adalah orang pintar.
Sebagian manusia adalah bersifat sosial.
2. Proposisi negatif adalah proposisi subjek dan predikat tidak mempunyai hubungan. Dengan kata lain, proposisi negatif meniadakan hubungan antara subjek dan predikat.
Contoh:
Semua harimau bukanlah singa.
Sebagian orang jompo tidaklah pelupa.
  • Berdasarkan kuantitasnya, proposisi dapat dibagi atas proposisi universal (umum) dan proposisi khusus.
1. Pada proposisi universal (umum), predikat proposisi membenarkan atau mengingkari seluruh subjeknya.
Contoh:
Semua dokter adalah orang pintar.
Tidak seorang dokter pun adalah orang yang tak pintar.
Semua gajah bukanlah kera.
Tidak seekor gajah pun adalah kera.
Kata-kata yang dapat membantu menciptakan proposisi unversal ini ialah
a) unversal afirmatif: semua, setiap, tiap, masing-masing, apapun.
b) universal negatif:    tidak satu pun, takseorang pun.
2. Pada proposisi khusus, predikat hanya membenarkan atau mengingkari sebagian subjeknya.
Contoh:
Sebagian mahasiswa gemar olahraga.
Tidak semua mahasiswa pandai bernyanyi.
Sebagian Pulau Jawa adalah Jawa Barat.
Tidak semua Pulau Jawa adalah Jawa Barat.
Kata-kata yang dapat membantu menciptakan prorposisi khusus ialah kata sebagian, banyak, beberapa, sering, kadang-kadang, dalam keadaan tertentu.

3. Jelaskan definisi silogisme ! sebutkan jenis dan contohnya !


Silogisme merupakan bentuk penalaran deduktif yang bersifat formal. Silogisme adalah cara berpikir formal, yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, kita menemukan polanya saja, misalnya ia dihukum karena melanggar peraturan X, jika sebenarnya dibentuk secara formal, yaitu :
Semua yang melanggar peraturan X akan dihukum.
Ia melanggar peraturan X.
Ia dihukum.
Jika dalam penarikan kesimpulan secara deduktif, silogisme termasuk kedalam penarikan kesimpulan secara tidak langsung. Dalam penerapannya terdapat 3 jenis silogisme, yaitu:

Silogisme Kategorial

Silogisme kategorial ialah silogisme yang terjadi dari tiga proposisi. Dua proposisi merupakan premis dan satu proposisi merupakan simpulan. Premis yang bersifat umum disebut premis mayor dan premis yang bersifat khusus disebut premis minor. Dalam simpulan terdapat subjek dan predikat. Subjek simpulan disebut term minor dan predikat simpulan disebut term mayor.
Contoh :         
Semua manusia bijaksana.
Semua polisi adalah manusia.
Jadi, semua polisi bijaksana.

Silogisme Hipotesis

Silogisme hipotesis adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi kondisional hipotesis.
Contoh :
Jika besi dipanaskan, besi akan memuai.
Besi dipanaskan.
Jadi, besi memuai.
Jika besi tidak dipanaskan, besi tidak akan memuai.
Besi tidak dipanaskan.
Jadi, besi tidak akan memuai.


 Silogisme Alternatif

Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Kalau premis minornya membenarkan salah satu alternatif, simpulannya akan menolak alternatif yang lain.
Contoh :
Dia adalah seorang kiai atau profesor.
Dia seorang kiai.
Jadi, dia bukan seorang profesor.
Dia adalah seorang kiai atau profesor.
Dia bukan seorang kiai.
Jadi, dia seorang profesor.


Sumber


Arifin, Zaenal dan Amran Tasai. 2004. Cermat Berbahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Akademika Pressindo.
Rahayu, Minto. 2007. Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi. Jakarta: Grasindo
Widjono, Hs. 2007. Bahasa Indonesia Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. edisi revisi. Jakarta: Grasindo.

Selasa, 13 Januari 2015

Tugas Softskill Perilaku Konsumen

Nama : Siti Fadillah
Npm : 17212049
Kelas : 3EA17
Mata Kuliah : Perilaku Konsumen
Dosen : Immi Fiska


Roda Analisis Konsumen


Roda analisis konsumen adalah kerangka kerja yang digunakan pemasar untuk meneliti, menganalisis, dan memahami perilaku konsumen agar dapat menciptakan strategi pemasaran yang lebih baik. Roda analisis konsumen terdiri dari tiga elemen: 
  1. afeksi dan kognisi
  2. lingkungan
  3. perilaku.
Elemen pertama adalah afeksi dan kognisi
Afeksi merujuk pada perasaan konsumen terhadap suatu stimuli atau kejadian, misalnya apakah konsumen menyukai sebuah produk atau tidak.  
           Merupakan perasaan atau emosi kita terhadap objek tertentu. Biasanya diungkapkan dalam bentuk rasa suka atau rasa tidak suka. Umumnya keyakinan konsumen akan suatu produk melekat erat dengan perasaannya. Emosi yang melekat pada keyakinan konsumen sangat ditentukan oleh situasi dan kondisi internal individunya. Perasaan dan reaksi emosional kepada suatu objek menunjukkan komponen afektsi dari sikap. Konsumen yang menyukai suatu produk merupakan hasil dari emosi atau evaluasi afeksi dari suatu produk. Evaluasi ini terbentuk tanpa adanya informasi kognisi atau kepercayaan tentang produk tersebut. Atau merupakan hasil evaluasi dari penampilan produk pada setiap atributnya. Tanggapan afeksi beragam, misal penilaian positif atau negatif dan rasa senang atau tidak senang.
       Jelasnya perasaan suka atau tidak suka ini banyak ditentukan oleh keyakinan konsumen, namun belum tentu setiap konsumen yang memiliki keyakinan yang sama akan menunjukkan emosi yang sama. Hal ini disebabkan karena masing-masing individu memiliki situasi latar belakang yang berbeda. Perasaan yang merupakan hasil evaluasi dari atribut produk ini dapat juga mempengaruhi keyakinan konsumen bahkan bisa merubah keyakinannya.

Kognisi mengacu pada pemikiran konsumen, misalnya apa yang dipercaya konsumen dari suatu produk.  
      Komponen ini terdiri dari kepercayaan konsumen dan pengetahuan tentang objek. Pengetahuan tentang objek dapat diperoleh dari pengalaman dan pengetahuan yang tertanam dalam memori. Aspek kognisi biasa terjadi melalui proses berpikir sadar ataupun dapat terjadi secara tidak sadar. Kepercayaan tentang atribut suatu produk biasanya dievaluasi secara alami. Samakin positif kepercayaan terhadap suatu merek dan semakin positif setiap kepercayaan, maka keseluruhan komponen kognisi akan terdukung, yang pada akhirnya akan mendukung keseluruhan dari sikap ini. Dalam komponen kognisi terdiri dari keyakinan dan pengetahuan konsumen tentang produk. Keyakinan dan pengetahuan tentang produk ini berbeda antara satu konsumen dengan konsumen yang lain.
 
Afeksi dan kognisi berasal dari sistem yang disebut sistem afeksi dan sistem kognisi. Meskipun berbeda, namun keduanyamemiliki keterkaitan yang sangat kuat dan saling memengaruhi.
Manusia dapat merasakan empat tipe respons afektif: 
  1. emosi, 
  2.  perasaan tertentu, 
  3. suasana hati/mood, dan 
  4. evaluasi
 Setiap tipe tersebut dapat berupa respons positif atau negatif. Keempat tipe afeksi ini berbeda dalam hal pengaruhnya terhadap tubuh dan intensitas perasaan yang dirasakan. Semakin kuat intensitasnya, semakin besar pengaruh perasaan itu terhadap tubuh, misalnya terjadi peningkatan tekanan darah, kecepatan pernapasan, keluarnya air mata, atau rasa sakit di perut. Bila intensitasnya lemah, maka pengaruhnya pada tubuh tidak akan terasa.
Sistem kognisi terdiri dari lima proses mental, yaitu: 
  1. memahami, 
  2. mengevaluasi, 
  3. merencanakan, 
  4. memilih, dan 
  5. berpikir. 
Proses memahami adalah proses menginterpretasi atau menentukan arti dari aspek tertentu yang terdapat dalam sebuah lingkungan. mengevaluasi berarti menentukan apakah sebuah aspek dalam lingkungan tertentu itu baik atau buruk, positif atau negatif, disukai atau tidak disukai. Merencanakan berarti menentukan bagaimana memecahkan sebuah masalah untuk mencapai suatu tujuan. Memilih berarti membandingkan alternatif solusi dari sebuah masalah dan menentukan alternatif terbaik, sedangkan berpikir adalah aktivitas kognisi yang terjadi dalam keempat proses yang disebutkan sebelumnya.
  • Fungsi utama dari sistem kognisi adalah untuk menginterpretasi, membuat masuk akal, dan mengerti aspek tertentu dari pengalaman yang dialami konsumen. 
  • Fungsi ke dua adalah memproses interpretasi menjadi sebuah task kognitif seperti mengidentifikasi sasaran dan tujuan, mengembangkan dan mengevaluasi pilihan alternatif untuk memenuhi tujuan tersebut, memilih alternatif, dan melaksanakan alternatif itu.
Besar kecilnya intensitas proses sistem kognitif berbeda-beda tergantung konsumennya, produknya, atau situasinya. Konsumen tidak selalu melakukan aktivitas kognisi secara ekstensif, dalam beberapa kasus, konsumen bahkan tidak banyak berpikir sebelum membeli sebuah produk.

 Elemen kedua adalah lingkungan 
         Menurut Peter dan Olson (1999), lingkungan konsumen terbagi ke dalam 2 macam, yaitu lingkungan sosial dan lingkungan fisik. Lingkungan sosial adalah semua interaksi sosial yang terjadi antara konsumen dengan orang sekelilingnya atau antara banyak orang. Lingkungan sosial adalah orang-orang lain yang berada di sekeliling konsumen dan termasuk perilaku dari orang-orang tersebut.
      Berdasarkan kedekatannya dengan konsumen, lingkungan konsumen terbagi dalam lingkungan makro dan lingkungan mikro. Lingkungan mikro adalah lingkungan yang sangat dekat dengan konsumen, yang berinteraksi langsung dengan konsumen. Lingkungan mikro akan mempengaruhi perilaku, sikap, dan kognitif konsumen tertentu secara langsung. Keluarga yang tinggal dengan konsumen adalah lingkungan mikro.  
          Pengaruh pribadi, sebagai konsumen, perilaku kita kerap dipengaruhi oleh mereka yang berhubungan erat dengan kita. Kita mungkin berespon terhadap tekanan yang dirasakan untuk menyesuaikan diri dengan norma dan harapan yang diberikan oleh orang lain. Kita pun menghargai orang-orang disekeliling kita untuk nasihat mereka mengenai pilihan pembelian. Keluarga kerap merupakan unit pengambilan keputusan utama. Keluarga dapat membuat seseorang membeli sesuatu yang sesuai dengan keinginan keluarga. Karena keluarga merupakan posisi awal seseorang memulai sebuah proses sosialisasi. Perilaku konsumen akan berubah juga jika situasi berubah. Perubahan tersebut dapat diprediksi melalui penelitian dan dimanfaatkan dalam strategi. 
  • Lingkungan makro adalah lingkungan yang jauh dari konsumen. Lingkungan makro berskala luas, seperti sistem politik dan hukum, ekonomi, sosial, budaya.
  •  Lingkungan fisik adalah segala sesuatu yang berbentuk fisik di sekeliling konsumen. Yang termasuk lingkungan fisik adalah beragam produk, toko, lokasi toko, dan lain-lain.


Elemen ketiga adalah perilaku  

          Keyakinan dan rasa suka pada suatu produk akan mendorong konsumen melakukan tindakan sebagai wujud dari keyakinan dan perasaannya (Ferrinadewi, 2008). Komponen ini adalah respon dari seseorang terhadap objek atau aktivitas. Seperti keputusan membeli atau tidaknya suatu produk yang merupakan tindakan nyata yang dapat diobservasi secara langsung.
             Sebagian dari perilaku konsumen seperti memandangi produk di rak, memungut dan meneliti bungkus, mengarahkan roda kereta dan seterusnya tidak akan menarik perhatian seorang manajer pemasaran, beberapa perilaku memiliki pengaruh penting bagi afeksi dan kognisi konsumen serta pembelian dadakan yang dilakukan, contohnya jika tidak melalui lorong tempat sereal sarapan dijual, konsumen tidak akan melihat dan membeli sereal yang dijual.(Peter dan Olson, 1999).


Faktor yang mempengaruhi pembelian secara online pada situs OLX.co.id



OLX.co.id (sebelumnya Tokobagus.com) merupakan situs online classified terbesar di Indonesia. OLX Indonesia menyediakan media yang mudah, cepat dan gratis bagi para penjual untuk memasang iklan dan sekaligus bagi pembeli untuk mencari beragam produk barang bekas dan barang baru untuk kebutuhan sehari-hari yang sahamnya dimiliki oleh Naspers sejak tahun 2010.

1.      Kepercayaan terhadap situs

Dewasa ini online shop memang menjadi cara gaya hidup yang modern, banyak masyarakat yang menggunakan online shop dalam melakukan transaksi pembelian barang. Kepercayaan merupakan suatu unsur yang sangat penting, dalam hal ini kepercayaan pelanggan menjadi tolak ukur suatu perusahaan selaku penyedia jasa. Peranan penting perusahaan adalah membangun kepercayan konsumen. Adapun cara untuk menumbuhkan kepercayaan dan rasa nyaman dari para konsumen, diantaranya :


a.       Memberikan respon yang cepat dan tepat

b.      Penawaran proses pembelian yang cukup mudah

c.       Menggunakan cara pembayaran yang sederhana

d.      Tepat waktu dalam melakukan pengiriman barang

e.       Penuhi permintaan konsumen


2.      Informasi dari situs yang ada

OLX memiliki slogan “Cara Cepat Jual Tepat”. Situs ini sangat popular dan sering dimanfaatkan penjual memasarkan produknya. Ada beberapa aturan yang harus dipenuhi. Sebagian besar produk yang dijual adalah barang bekas. OLX memiliki system oteritas yang baik. Terkadang ada beberapa produk di tolak karena beberapa hal.. penjual akan mendapatkan keuntungan dengan membeli pion. Salah satu keuntungan di antaranya iklan dapat diambil di urutan pertama.


3.      Cara transaksi online

Dilihat bahwa OLX adalah peralihan dari TokoBagus.com mulai dari koneksi, cara log in sampai pemasangan iklan tidak mengalami perubahan dan cara ini dinilai mudah bagi pemakainya terbukti dari banyaknya member OLX yang mempercayai OLX sebagai sarana promosi untuk berbagai produk dan orang yang ingin menjual barang-barang second nya


4.      Keaktifan admin situs

Di OLX admin nya sangat aktif yang membuat orang semakin tertarik pada situs media OLX,terbukti dari banyak nya iklan dan promosi yang dilakukan oleh admin OLX

5.      Keaktifan Orang-orang dalam Situs

Banyak akun dalam OLX yang aktif dalam kegiatan yang ada didalam situs tersebut.

6.      Fasilitas yang disediakan oleh situs

OLX menyediakan fasilitas yang sangat beragam dan bervariasi seperti meyediakan jual beli barang dengan praktis dan mudah, sebagai situs yang menyediakan pemasangan jasa iklan secara gratis yang dapat memudahkan para konsumen untuk bernegosiasi atau melakukan transaksi.

7.      Testimonial

Di OLX terdapat testimonial juga untuk mengetahui atau untuk mengukur tingkat kepuasan konsumen terhadap barang di yang ditawarkan di OLX berupa pesan ataupun kesan, kritik dan saran konsumen.

8.      Perputaran transaksi dalam situs

Barang yang ditawarkan didalam situs terjual dalam waktu yang cukup singkat.


 

Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Perilaku_konsumen